Kamis, 12 April 2012

Semangat "Tanam Jagung" yang Kian Pudar

"Cangkul, cangkul, cangkul yang dalam... Menanam jagung di kebun kita"

2012, lagu-lagu kayak gitu udah jarang banget (bahkan hampir gak pernah) kita dengar di negeri kita tercinta ini, Indonesia. Padahal dulu, lagu itu banyak dinyanyikan anak-anak sebagai pemacu semangat. Kalo gitu, anak-anak zaman sekarang pada dengerin lagu apa? Yaa bisa kita lihat lah di kehidupan sehari-hari, paling simpelnya di jalan. Kalo ketemu pengamen anak kecil, apa yang dia nyanyiin? Gak jauh-jauh dari lagu yang bermuatan kata-kata 'cinta', 'pacar', 'selingkuh', dan kata-kata lainnya yang sebenarnya belum pantas untuk diketahui anak kecil seumurannya. Selain itu juga lagunya secara gak sadar membuat anak menjadi gak semangat, dan sering berpikiran negatif. 

Coba kita bayangkan, anak sekecil itu berbicara tentang selingkuh. Emang dia ngerti selingkuh itu apa? Kalo dia ngerti, apa dia juga tahu itu hal yang baik atau buruk? Terlebih lagi anak jalanan yang bisa dibilang 'hidupnya keras' jauh dari keluarga. Yang sehari-harinya mengamen, mungkin gak pernah merasakan bangku sekolah, dan bahkan gak pernah merasakan hangatnya pelukan orangtuanya. Mereka gak pernah mendapatkan pendidikan dasar, etika, dan lain-lain yang notabene itu harusnya dari orangtua. 

Pernah saya iseng nanya ke salah satu pengamen cilik di angkot yang menyanyikan lagu entah judulnya apa, yang jelas liriknya menceritakan seseorang yang merasa hancur berantakan karena ditolak oleh wanita pujaan hatinya.

"emang udah berapa kali ditolak dek......?" 

Saya nanya sambil tersenyum, dan dia jawab dengan muka polos

"udah sering bang, 14x ditolak, diterima cuman sekali. Itu juga cuman sehari terus besoknya putus..."

Lahhh dia malah curhat jadinya, hehehe. Saya cukup merasa miris mendengar hal itu (bukan miris karena ditolak 14x-nya loh!). Entah bener atau gak yang dia bilang tadi, tapi ya ampun, betapa kacaunya negeri ini sekarang. Anak umur 10 tahun, 14x ditolak cintanya. Emang dia gak ada kerjaan lain apa selain mikirin pacaran? Dan anak itu juga kelihatan gak ada semangat. Mungkin dia terus menjalani hidupnya sebagai pengamen tanpa pernah mikir gimana caranya keluar dari jurang kemiskinan. Ngamen setiap hari, asal bisa makan juga cukup. Ini realita yang terjadi di negeri kita, dan kita wajib menyelamatkan generasi muda kita dari hal itu. Apa jadinya kalo generasi muda kita isi otaknya cuman pacaran, pacaran, dan pacaran, dan gak punya semangat? Apa kita masih bisa berharap generasi muda kita menjadi kaum intelektual yang kelak akan memipin Indonesia ini?

Orangtua-lah yang memegang peranan paling penting dalam proses tumbuh kembang anak. Musik memang harus benar-benar di-filter oleh orangtua. Sayangnya untuk mem-filter pun sekarang sangat sulit. Karena perkembangan teknologi yang sangat pesat, orangtua makin sulit untuk mengendalikan anaknya. TV yang hampir setiap hari menayangkan acara musik yang entah para penontonnya itu pada gak sekolah atau gimana.

Industri musik dan hiburan juga terkesan 'bodo amat' dengan masalah ini. Mereka cenderung memikirkan keuntungan semata. Mereka gak memikirkan dampak negatif apa yang akan terjadi pada generasi muda akibat musik tersebut. Bahkan lebih parahnya, sekarang bermunculan 'boyband' junior yang beranggotakan anak-anak yang menyanyikan lagu yang.... ya seperti itu tadi, temanya cinta, cinta, dan cinta. Penyanyinya cilik, penontonnya juga cilik, tetapi lagunya lagu dewasa. Seharusnya jika mereka peduli dengan anak-anak Indonesia, mereka juga memikirkan dan tentunya mencegah dampak negatif yang bisa terjadi pada anak-anak. Belum saatnya anak-anak ini memikirkan hal yang seperti cinta-cintaan itu.





beberapa koleksi kaset masa kecil saya (dokumentasi pribadi)


Beda jauuuuuhhh sekali dengan dulu zaman saya kecil tahun 90-an. Penyanyi cilik, penonton cilik, dan lagunya pun juga lagu anak-anak cilik, hehe. Contohnya lagu yang saya tulis cuplikannya di atas, lagu "Tanam Jagung". Dulu saya berpikir bahwa, ternyata pak tani susah payah menanam jagung, jadi kalo ibu masak jagung harus dihabiskan, jangan sampai dibuang. Secara gak langsung menanamkan nilai-nilai positif pada diri saya ketika itu. Juga bagian lain dari lagu ini

"ambil pangkurmu, ambil cangkulmu, kita bekerja tak jemu-jemu..."

secara gak langsung membuat anak-anak jadi berpikir untuk fokus, bekerja keras, tekun, dan gak pernah menyerah dalam melakukan suatu hal yang baik. Hal-hal ini emang gak terlihat secara kasat mata, tetapi tertanam di alam bawah sadar si anak, dan sampai dia besar nanti, dia tetap memegang teguh nilai-nilai positif ini. Semangat "tanam jagung" ini akan terus terbawa sampai mereka sukses nantinya.




Semoga dunia musik anak di Indonesia bisa lebih baik lagi, dan anak-anak Indonesia bisa lebih memahami dan memegang teguh semangat "tanam jagung".

Jumat, 26 Maret 2010

Matikan Lampu, Nyalakan Masa Depan



Sebelumnya, mohon maaf karena gua jarang update blog. Penyebab utamanya adalah microblog yang membuat gua ketagihan (http://twitter.com). Tapi sekarang mau mulai aktif lagi nulis blog...

Tema kali ini adalah Earth Hour (lagi). Kenapa lagi? Dulu waktu Earth Hour 2009 udah pernah gua posting berkaitan dengan energi yang bisa dihemat dengan acara ini. Hematnya bisa sampai 300 megawatt (ngga pake 'i') dan itu cukup buat menerangi 900 desa. Di Earth Hour 2010 ini, pemerintah daerah udah menunjukkan partisipasi masing-masing. Menurut akun twitter Earth Hour Indonesia, pemerintah kota Jakarta dan pemerintah daerah Bali akan turut berpartisipasi. Berikut kutipan tweet dari EHindonesia

Hotel Le Meridien Jkt turut serta dalam Earth Hour 2010. Keep 'em coming! :) http://cot.ag/alF7jx #EHindonesia
7:00 PM Mar 25th via CoTweet

Titik-titik pemadaman Earth Hour: Aston Denpasar, Hard Rock Cafe Bali, Tugu Jogja, Gd. Sate Bandung, Jl. Dago. We want more!
about 3 hours ago via CoTweet


Nah dengan dukungan dari pemerintah ini, kita sebagai masyarakat sudah sepantasnya turut serta berpartisipasi dalam acara ini. Biasanya dari masyarakat muncul anggapan bahwa hal ini tidak terlalu berpengaruh. Padahal pengaruhnya jelas sangat besar.

Contoh, dalam satu rumah seluas 300 M2, ada 4 kamar tidur, 1 ruang keluarga, dan 1 ruang makan. Sehari-harinya anggota keluarga tersebut berada di dalam kamar masing-masing, sehingga 4 kamar itu lampu dan AC nya menyala. Nah coba saat earth hour, semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah, cukup menyalakan 1 lampu dan 1 AC. Jadi yang biasanya beban listrik 5 lampu dan 5 AC bisa dihemat. Misalkan lampu 20 watt dikali 4 sama dengan 80 watt, dan AC 500 watt dikali 4 sama dengan 2000 watt. Berarti satu rumah bisa hemat sekitar 2080 watt. Belum lagi kalau AC di ruang tengah dimatikan, jadi hanya 1 lampu yang menyala, jadi lebih hemat lagi.

Biasanya kalo di rumah gua seperti itu, pas earth hour hanya lampu ruang keluarga sama router yang dinyalakan. Jadi kegiatan terpusat di ruang tengah. masih bisa baca buku, masih bisa online pake laptop, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Maka dari itu, dengan tulisan ini gua mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia, wabil khusus warga SMAIT Nurul Fikri yang baca tulisan ini untuk mendukung Earth Hour.

Sabtu, 05 September 2009

Pulau Jawa digoyang, kenapa?

Aduh, udah lama nih ga coret-coret blog lagi, sibuk sama urusan sekolah sih, jadi blog terbengkalai....

hmm, tanggal 2 September kmaren terjadi gempa dengan kekuatan yang cukup besar, 7.3 skala richter dengan pusat gempa di dekat tasikmalaya dan kedalaman 30 km dibawah permukaan laut. Pulau Jawa digoyang, dari tangerang sampe surabaya merasakan gempa, gw yang di depok juga merasakan. Lagi asik-asik buka facebook, tiba2 lantai bergetar, laptop terpaksa ditinggal deh, ga lama kemudian status orang-orang langsung berubah jadi GEMPA semua, hahaha.. kompak deh..

Kalo kita mau introspeksi diri, sebenernya gempa kmaren itu juga akibat manusia, walaupun secara tidak langsung. Terlalu banyak keburukan di negeri ini yang mengundang murka Allah swt. Kita sebagai warga negara Indonesia juga harus sama-sama membenahi diri. Akhirnya Malaysia kembali mengklaim gempa yang kemaren itu azab buat Indonesia. Kalo dipikir-pikir emang bener juga sih, tapi rasanya ga etis juga malaysia ngomong kaya gitu. Sudah seharusnya kita sama-sama berubah agar menjadi lebih baik lagi.

Mudah-mudahan, Allah melindungi negeri kita dari segala bencana dan malapetaka, amiin...

*ini cuma hasil pemikiran gw sebagai seorang pelajar

Rabu, 22 April 2009

Today is Earth Day.... !

Hari ini, tanggal 22 April tahun 2009. Baru tahun lalu saya posting tentang hari bumi, berarti blog ini kurang lebih sudah berusia setahun (haha, lama juga ya.. ).

Di hari bumi ini, cuaca masih gak jelas. Kayak kemaren siang puanaasss banget, sore tiba-tiba hujan deres, angin kenceng juga lagi... akibatnya di Jakarta banyak pohon tumbang dan kemacetan terjadi dimana-mana.

Tadi pagi di O Channel dibahas tentang hari bumi. Ada komunitas hemat listrik dan sahabat laut (lupa namanya, kalo ga salah marine buddy sama apa ya...). Sekarang di perkotaan itu justru banyak orang yang tidak peduli dengan lingkungan. Tadi dibilang yang banyak buang sampah sembarangan di jalanan itu orang-orang yang naik mobil mewah yang harganya diatas 600 juta-an. Waah gimana nih, kesadaran nya kurang banget.
Untuk mengatasi masalah ini yang kita perlukan hanyalah kesadaran dari diri sendiri, kalo semua mikir nya orang lain, "si itu juga ga peduli, si anu juga buang sampah sembarangan..." maka pasti ga akan ada perubahan.
Oke, di hari bumi ini mari kita mulai dari diri sendiri untuk membuat semuanya jadi lebih baik...

Rabu, 01 April 2009

Tragedi Situ Gintung, duka kita semua...


Jum'at dini hari, tanggal 27 Maret 2009, tanggul penahan air di Situ Gintung, Tangerang, Banten, jebol. Hingga saat ini korban sudah mencapai seratus orang, dan masih banyak korban yang belum ditemukan. Ini akibat lingkungan yang kurang terurus. Menurut aturan, seharusnya dalam radius 100 meter dari tanggul hanya boleh ada pepohonan, tidak boleh ada pemukiman padat penduduk.

Yang jelas, sekarang semua sudah terjadi, dan kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Sepatutnya kita membantu mereka yang tertimpa musibah, bukannya menonton saja.
Saya lihat di berita akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang berkunjung ke situ gintung hanya untuk melihat secara langsung lokasi yang terkena musibah. Bahkan ada yang berfoto, ada yang berdagang, dan tertawa-tawa. Padahal banyak yang sedang kesusahan.

Bantuan yang dapat kita berikan banyak sekali, minimal doa. Tetapi lebih baik jika kita menyumbang uang dan tenaga kita untuk membantu mereka. Bantuan uang bisa disalurkan melalui lembaga-lembaga tertentu, seperti Dompet Dhuafa Republika (http://www.dompetdhuafa.org/home.php)

Sabtu, 28 Maret 2009

Satu jam saja..


Program Earth Hour yang diikuti oleh 81 negara baru saja berlalu, khususnya di Indonesia. Gak terlalu kerasa lama (soalnya masih bisa online facebook via hp), tapi banyak tetangga di sekitar rumah yang tetap menggunakan lampu seperti biasa, jadi gak gelap. Padahal manfaat program ini besar lho, menghemat energi hingga 300 megawatt (setara Rp200 jt) dan itu bisa menerangi sekitar 900 desa..!
Program ini dimulai th 2007 di sydney ketika 2,2 jt rumah mematikan lampu selama 1 jam. Harusnya kita mendukung. Pemerintah sudah memberi contoh, katanya di HI dan monas lampu dimatikan juga.

Saya mengucapkan terima kasih kepada yang telah berpartisipasi dalam program ini, semoga menjadi lebih baik bagi bumi kita..

Jumat, 06 Februari 2009

Sampah dimana-mana


Di puncak musim penghujan seperti sekarang ini, kota-kota di Indonesia terendam banjir, termasuk Ibukota Jakarta. Sebenarnya penyebab utama banjir adalah sampah. Masyarakat Ibukota yang membludak dan sebagian besar membuang sampah sembarangan menjadikan Jakarta kotor dan menjijikkan. Sampah-sampah itu juga membuat mampet selokan dan kali, sehingga meluaplah air sungai dan akhirnya banjir.

Hal ini harus diubah dan harus ada sanksi yang tegas untuk pelanggaran ini. Banyak sekali kalau kita lihat di jalan, halte, dan tempat umum lainnya orang yang membuang sampah. Entah itu puntung rokok, bungkus makanan, kotak minuman, dan lain sebagainya. Banyak orang yang tidak terlalu peduli dan berkata

"sampah saya cuma bungkus permen kok, gak bakalan banjir...."

kalau yang berpikir seperti itu ada 1000 orang saja pasti sampahnya sudah menumpuk, padahal masyarakat Indonesia berjumlah 220 juta orang. Bayangkan jika semua orang berpikir seperti itu.

Waktu medapatkan Motivation Training di Daarut Tauhid Bandung, saya dan teman-teman diajari untuk menjaga kebersihan. Rumus menjaga kebersihan adalah TSP

Tahan buang sampah sembarangan
Simpan sampah pada tempatnya
Pungut sampah sekecil apapun, Insya ALLAH berpahala

Jadi setiap ada kegiatan kami selalu menerapkan TSP.

Akan sangat baik jika TSP ini menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Karena satu sampah yang kita buang pada tempatnya bisa mengurangi banjir dan bahkan menghentikannya. Jika 220 juta orang Indonesia menerapkan TSP, maka Indonesia akan bersih, seperti Singapore. Di Singapore, buang sampah sembarangan dendanya besar, jadi sedikit sekali yang melanggar. Mungkin itu juga harus diterapkan disini..... :)

Oke, jangan lupa TSP....!


(sumber gambar: google images)

Minggu, 01 Februari 2009

Cintai Produk Dalam Negeri

Zaman sekarang, orang-orang Indonesia sangat suka membeli produk luar. Kopi Starbucks, donat J.Co (update...! ternyata J.Co merk dagang asli Indonesia..), dan produk-produk luar lainnya laris manis di sini. Jelas saja produsen-produsen asing itu melebarkan sayapnya untuk membuka cabang di Indonesia, karena konsumennya di sini sangat banyak. Bahkan menurut data, orang Indonesia termasuk orang yang paling banyak belanja baju di Singapore! Padahal, rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan masih sangat banyak.

Kenapa banyak orang Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan?

Jawabannya adalah, karena orang Indonesia banyak yang malas. Malas kerja, malas usaha, dan lain-lain. Padahal Pemerintah sudah meluncurkan banyak program untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM), seperti pinjaman modal usaha dengan bunga ringan.

Ada satu alasan lagi, mengapa orang Indonesia malas usaha, padahal sudah difasilitasi Pemerintah. Karena para calon pengusaha itu takut gagal, takut terbanting dengan produsen lain terutama produsen asing. Mungkin juga mereka kurang laris karena kualitas produknya berbeda dengan produk asing. Tetapi, sebagai masyarakat Indonesia kita harus membangkitkan UKM seperti itu agar masyarakat Indonesia mampu untuk mandiri.

Produk Indonesia sebenarnya lebih bagus dari produk asing. Contohnya kopi. Di Indonesia banyak macam kopi, seperti kopi toraja, kopi robusta, kopi arabika, dan kopi luak. Kopi luak itu kalau tidak salah harganya $100 per kilogram. Dan kopi luak itu kata orang-orang rasanya enak sekali. Kopi luak berasal dari kotoran luak. Luak adalah hewan yang suka memakan kopi, karena pencernaan luak tidak sempurna, maka kotorannya pun menjadi kopi dan inilah yang disebut kopi luak.

Saya berpikir ingin membuat perusahaan kedai kopi seperti Starbucks, tetapi dengan memakai kopi lokal. Jika dipacking seperti Starbucks, dan model cafe nya juga bagus, saya yakin akan mengalahkan Starbucks. Berhubung saya masih sekolah dan belum punya modal, jadi bagi yang sudah memiliki modal silahkan saja untuk memulai usaha ini.....:)

Sekali lagi saya menghimbau kepada masyarakat Indonesia, konsumsilah produk dalam negeri, agar memajukan sektor UKM dan membangkitkan usaha masyarakat. Sehingga Indonesia kita bisa maju dan mandiri.

Sabtu, 31 Januari 2009

Rokok Haram, Akhirnya....




Akhirnya, setelah melalui proses panjang, pro dan kontra dari masyarakat, fatwa rokok haram dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa ini dikeluarkan bersamaan dengan fatwa yang mengharamkan golput dan senam yoga.

Tapi menurut saya ini kurang berpengaruh bagi masyarakat. Peraturan Pemda Jakarta yang melarang merokok di tempat umum saja dilanggar, apalagi fatwa yang tidak ada hukuman secara nyata di dunia. Dari hasil wawancara di berita yang menanyakan masyarakat, setuju atau tidak rokok haram, banyak yang tidak setuju. Banyak yang bilang rokok dimakruhkan saja.

Sebenarnya, dalam Al-Qur'an dan Hadits tidak ada yang spesifik mengatakan bahwa rokok itu haram (setahu saya lho...), tapi kalau dilihat dari dampak rokok itu sendiri, menurut saya itu termasuk kategori 'menzholimi diri sendiri dan orang lain'. Di Al-Qur'an jelas dilarang menzholimi diri sendiri, apalagi orang lain. Jadi rokok bisa dikategorikan haram.

Saya termasuk orang yang tidak merokok, dan saya sangat tidak suka dengan asap rokok. Saya rasa semua orang yang bukan perokok akan merasa sangat tidak nyaman dengan asap rokok. Jadi perokok itu cenderung egois (bukan semua loh, sebagian besar....), karena hanya memikirkan diri sendiri, tanpa memperhatikan orang di sekitarnya. Ada juga sih, perokok yang langsung mematikan rokoknya jika ada orang lain yang tidak nyaman, tapi itu hanya sebagian kecil saja.

Sekarang kita lihat konsumen rokok. Berapa persen pengusaha kaya yang mengkonsumsi rokok? Dan berapa persen supir angkot, kuli, tukang ojek, atau bahkan pemulung yang mengkonsumsi rokok? 
Saya tidak tahu data pastinya, tapi menurut saya lebih banyak orang dari kalangan menengah ke bawah yang merokok daripada orang-orang kalangan menengah ke atas.
Kenapa ini bisa terjadi?
Saya tidak tahu juga, kenapa orang kalangan menengah ke bawah lebih banyak mengkonsumsi rokok. Padahal, keadaan ekonomi mereka yang pas-pasan atau bahkan kekurangan akan lebih sulit jika mereka 'membakar uang' setiap harinya.

Saya teringat dengan artikel yang ditulis oleh Bapak Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting di website nya. Isinya tentang supir pribadinya yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per bulan untuk rokok. Dan akhirnya supirnya itu berhenti merokok, karena diceritakan oleh Pak Nukman betapa berharganya uang yang dia bakar itu untuk asuransi pendidikan anaknya. Dan saya sangat setuju dengan hal itu, karena dengan itu kita bisa memberantas kebodohan di negeri ini. Menyekolahkan anak itu lebih penting dari merokok, jadi berhentilah merokok sekarang juga..!




*gambar (http://www.halohypnotherapy.com/)

Senin, 12 Januari 2009

Masalah Lingkungan Hidup


Tujuannya: 
1. Mengetahui masalah-masalah lingkungan hidup
2. Mengetahui pencegahan dan penanggulangan masalah lingkungan hidup

Kita harus mempelajari masalah lingkungan hidup agar kita bisa mencegah dan menanggulangi masalah lingkungan hidup...

Masalah lingkungan hidup dibagi 2
1. GLOBAL

a. Revolusi Industri abad 18
    Revolusi Hijau tahun 1500-1800: Penggunaan sumber daya pertanian
    Revolusi Biru tahun 1900: Pengunaan sumber daya kelautan

b. Tahapan kepedulian
    Tragedi teluk Minamata (Jepang): Pencemaran oleh air raksa tahun 1950
    Tragedi teluk Buyat (Sulawesi) pada tahun 2000
    The Silent Spring
    The Population Bomb
    The Limits to Grow

c. Konferensi Rio menghasilkan
    - Earth Charter
    - Action plan
    - Konvensi perubahan iklim
    - Prinsip kehutanan

d. Hujan Asam: hujan yang membawa zat asam dan membahayakan bagi manusia karena zat                                   tersebut bersifat korosif, contohnya SO2...

e. Mutasi gen terselubung: menciptakan makhluk yang berbahaya karena mutasi gen

2. REGIONAL

a. Masalah alami: gempa, letusan gunung berapi, banjir, longsor, badai, dll.
b. Masalah oleh manusia: Kebakaran hutan, Illegal logging, tambang liar, dll.
Untuk masalah illegal logging agak susah, soalnya pejabat juga bermain peran, jadi si pengusaha punya SP3 atau hak penebangan hutan....

ada video nya dari bang one nih, tentang pejabat busuk

http://www.veeon.com/video/95335/BANG-ONE--POLITIKUS-BUSUK


itu beberapa tentang masalah lingkungan hidup. kalo ada yang mau nambahin silahkan, ditunggu comment nya....

Efek Rumah Kaca



Pernah denger yang namanya Efek Rumah Kaca (bukan grup musik loh... :D)? Sebenernya, apa sih arti dari efek rumah kaca itu?
Sebagian besar temen-temen yang saya tanya bilang begini 

"efek rumah kaca itu penyebab pemanasan global, soalnya sekarang banyak gedung-gedung yang strukturnya sebagian besar dari kaca dan kaca-kaca itu memantulkan sinar matahari kembali sehingga lapisan ozon menipis...."

Apakah pemahaman ini sama dengan yang kamu tau?

Ya, awalnya saya juga mikir gitu, tetapi ternyata itu SALAH BESAR...

Guru PLH saya bilang

"efek rumah kaca itu menjadikan bumi ibarat rumah kaca. Tau rumah kaca kan? didalamnya hangat soalnya sinar matahari terjebak di dalam rumah kaca...."


Sinar matahari yang masuk ke dalam bumi terjebak, gak bisa keluar lagi. Jadinya bumi memanas. Inilah yang disebut pemanasan global 


Cuma ngasitau aja lho, kalo udah pada tau ya bagus, tapi yang belom tau bisa jadi lebih tau kan, soalnya sebagian besar temen-temen yang saya tanya jawab gitu....

Jumat, 09 Januari 2009

Material plastik dari tanaman....?



Toyota Motor Corp. akan menggunakan lebih banyak material plastik yang diproduksi dari tanaman di lebih banyak model, mulai tahun depan. Model pertama yang memakai material ini termasuk Toyota Prius terbaru. Plastik yang dibuat dari tanamam ini dikenal sebagai Ecological Plastic.

Menurut Toyota, Material ramah lingkungan ini dipakai untuk scuff plate, headliners, seat cushions, dan komponen interior lainnya. Untuk tahun 2009, Toyota berharap penggunaan Ecological Plastic bisa mencapai 60% dari komponen interior di model yang memakainya.

Pada dasarnya ada dua jenis Ecological Plastic. Yang pertama, seluruhnya diproduksi dari material-material organik. Yang kedua, diproduksi dari kombinasi material organik dan produk turunan minyak bumi.

Karena mengandung material dari tumbuhan itu, emisi CO2 Ecological Plastic lebih sedikit dibandingkan plastik biasa yang dibuat dari produk turun minyak bumi. Penghitungan ini dilakukan sepanjang siklus hidupnya, mulai dari produksi hingga menjadi limbah. Ecological Plastic juga mengurangi konsumsi minyak bumi.

Ecological Plastic punya sifat tahan panas dan tahan goncangan dua karakter yang harus dimiliki komponen interior. Karena Ecological Plastic dikembangkan dengan aneka teknologi paling canggih saat ini. Seperti menciptakan proses pencampuran homogen antara material dari tumbuhan dan dari minyak bumi. Juga memaksa material-material melakukan ikatan dalam skala molekuler. Tentu saja Ecological Plastic memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk dipakai di mobil produksi massal.

TMC terus mengembangkan aneka teknologi canggih untuk mewujudkan Sustainable mobility. TMC adalah produsen mobil pertama di dunia yang menggunakan plastik yang 100% dari tumbuhan pada mobil versi produksi. Model itu adalah Toyota Raum yang diluncurkan Mei 2003.

sumber: http://www.toyota-ownerclub.com/news/detail.php?id=421


inovasi toyota keren nih, jadinya gak pake banyak minyak bumi...

Kapan ya produsen lain bikinkaya gini? Mudah-mudahan Toyota Prius 2009 harganya gak terlalu mahal, biar banyak yang beli, hehehe.....

Sabtu, 22 November 2008

Revolusi Industri

Awalnya saat James Watt menemukan mesin uap, terjadilah revolusi industri besar-besaran. Gas buang dari mesin uap itu mulai meracuni dan merusak lingkungan. Industri memang berperan besar dalam pencemaran lingkungan. Seperti kasus teluk minamata (Jepang) dan teluk buyat (Sulawesi). Limbah pabrik itu membuat sengsara penduduk di sekitar, para penduduk itu meminum air yang sudah tercemar logam berat, sehingga mereka keracunan, bahkan ada yang sampai meninggal. Seharusnya pihak industri lebih rapi lagi dalam urusan pembuangan limbah, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Sabtu, 19 Juli 2008

Honda, The Power of Dreams




Honda pun tidak mau kalah dengan Toyota untuk menghadirkan konsep ramah lingkungan. Masuk ke stand Honda kita disambut oleh 'pohon-pohon' yang bergerak. Kondisi itu menggambarkan lingkungan sekarang yang sudah parah keadaannya. Di dalam dipamerkan sejumlah mobil Honda. CR-V, Accord, Civic, City, dan Jazz terbaru. Semua mobil ramah lingkungan dan irit BBM. Di tengah ada panggung besar untuk event-event Honda. Salah satu event nya adalah show Robot Asimo milik Honda, yang diadakan 3 kali sehari. Jam 13.00, 17.00, dan 18.30. Asimo adalah robot yang diciptakan Honda dengan kekuatan mimpi. Ya, keyakinan Honda tidak ada yang tidak bisa dengan The Power of Dream. Asimo dapat lari dengan kecepatan 6 km/h. Gerakannya sudah sangat mirip dengan manusia.
Di belakang panggung show Asimo, ada konsep miniatur rumah ramah lingkungan. Di atap rumah tersebut ada panel surya. Dengan panel surya energi yang dikumpulkan bisa untuk listrik, air panas, dan mengisi hidrogen mobil Honda FCX yang masih konsep. Sangat efisien dan ramah lingkungan. Untuk listrik tidak perlu bayar, air panas tidak perlu elpiji, dan mengisi bahan bakar bisa di rumah sendiri. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi, agar lingkungan kita tetap terjaga. Pasti bisa, dengan The Power of Dream.

Toyota di IIMS 2008


IIMS kali ini Toyota menempati satu Plennary Hall JCC. Toyota menjadi salah satu vendor mobil yang peduli lingkungan. Itu terbukti dari langkahnya mengeluarkan Toyota Prius. Toyota Prius sudah pernah saya bahas di sini. Mobil ini menggunakan teknologi hybrid yang ramah lingkungan dan irit BBM. Di IIMS 2008 Toyota menghadirkan konsep mobil hybrid terbaru, yaitu FT-HS. Modelnya sangat modern dan futuristik. Tapi mobil ini masih konsep, jadi belum dijual bebas. Toyota juga memamerkan mobil lain seperti Yaris, Vios, Kijang Innova, Corolla Altis, Camry, Fortuner facelift, Land Cruiser, dan Alphard terbaru yang dibanderol sekitar 1,1 miliar rupiah. Semua mobil Toyota sudah memenuhi standar euro II sehingga ramah lingkungan. Bahkan Camry sudah memenuhi standar euro IV. Semua mobil sudah harus ramah lingkungan agar lingkungan tidak rusak.

IIMS 2008 ramah lingkungan

Indonesian International Motor Show ke-16 tahun 2008 ini sangat menarik, berkonsep go green dan hampir semua vendor mobil menyajikan konsep mobil yang ramah lingkungan. Seperti teknologi hybrid dari Toyota dan MiEV dari Mitsubishi. IIMS kali ini harga tiket masuknya Rp30.000 hari senin-kamis, dan Rp35.000 hari Jumat-Minggu. Mulai tanggal 12-20 Juli 2008. Saya ke sana tanggal 12 Juli, saat hari pertama dibuka, dan sudah ramai. Saya parkir di Hotel Sultan dan masuk ke JCC lewat jalan pintas yang ada di bawah hotel. Postingan saya selanjutnya akan membahas tentang IIMS 2008, selamat mengikuti!

Kamis, 10 Juli 2008

Tour de Java with Kijang




Tujuan kami ke Malang, Jawa Timur untuk mudik. Mobil yang kami naiki adalah Toyota Kijang LGX Diesel keluaran tahun 2002. Agar perjalanan menjadi nyaman, kami telah menata interior sedemikian rupa dengan mencopot jok tengah dan menempatkan berlapis-lapis bed cover agar menjadi empuk seperti kasur. Jok baris ketiga tetap dipertahankan agar tetap bisa duduk. Barang-barang kami seperti tas, koper, dan oleh-oleh kami taruh di bagasi belakang jok agar tidak mengganggu kenyamanan interior dalam. Pernah nggak Anda mudik atau jalan ke luar kota dengan mobil seperti ini? Saya rasa mobil sekelas Alphard pun tidak bisa membuat penumpangnya tidur-tiduran di dalamnya, hehehe....
Perjalanan kami mulai tanggal 14 Oktober 2007. Kami berangkat pagi agar tidak macet. Kami sempat singgah di beberapa kota diantaranya Ungaran dan Pekalongan untuk menunaikan Shalat dan makan. Dalam perjalanan ke Solo kami melewati jalan hutan seperti Weleri dan Alas Roban. Di sana gelap sekali. Untungnya mobil kami sudah diganti lampunya menggunakan xenon HDI, sehingga cahaya lampunya sangat terang. Memasuki kota Solo, kira-kira pukul 9 malam, kami memutuskan untuk menginap di kota batik tersebut.
Paginya, setelah energi kami pulih kami melanjutkan perjalanan ke Malang. Dari Solo ke Malang, ayah saya memilih rute yang cukup extreme, karena melawati jalan pegunungan dan berkelak-kelok. Jalanan seperti ini tidak masalah, karena mobil kami sudah diganti bannya menjadi ban untuk off-road. Kami berhenti di sebuah tempat wisata danau Sarangan, di kota Magetan. Magetan sudah masuk daerah Jawa Timur. Dari Magetan kami meneruskan perjalanan melalui kota Ngawi, Caruban, Nganjuk, kota kecil Kertosono, Kandangan, Pujon, lalu kota Batu. Kami singgah sebentar di sini untuk makan siang. Di kota Batu daerahnya seperti pegunungan, jalan berkelak-kelok dan sudah sangat dekat sekali dengan Malang. Akhirnya, sore hari menjelang maghrib kami sampai di Kota Malang, dan sampai di rumah Jalan Kawi no.48 Malang. Kami di sana sekitar 3 hari, berkumpul bersama keluarga, dan silaturahim ke rumah-rumah teman lama ayah saya di Malang juga.
Pulangnya, kami tidak menempuh rute seperti berangkat. Kami melewati jalur pantai utara (Pantura) yang biasa dilalui orang banyak. Biasanya, kalau kami ke luar kota pasti ayah saya sebagai komandan pejalanan memilih rute yang tidak biasa dilalui orang banyak. Tapi kali ini kami ingin cepat sampai rumah.
Perjalanan ini... Terasa sangat menyenangkan.....
Penggalan lagu Ebiet G. Ade yang diplesetkan di atas tepat untuk menggambarkan perjalanan kami sekeluarga. Toyota Kijang tangguh di segala medan, terutama yang diesel karena tidak rewel dan tidak mudah mogok. Konsumsi BBM tidak boros. Interior yang kami desain sendiri juga menjadikan perjalanan kami sangat nyaman. Kijang, memang tiada duanya...

Sabtu, 05 Juli 2008

Udara bersih kemana?

Jalan Margonda raya, jalan protokol di kota Depok semakin sesak. Penyebab utama adalah angkutan umum yang sering ngetem di sembarang tempat. Ditambah lagi bus kota yang asapnya hitam, membuat udara semakin sesak. Pemkot seharusnya membatasi jumlah angkutan umum sehingga tidak menumpuk seperti di bogor. Dan usul saya agar dibuat car free day pada hari-hari tertentu, sehingga dapat mengurangi polusi udara. Tak terbayangkan jika kondisi ini terus berlangsung, lima tahun ke depan persentase udara bersih hanya tinggal sebagian kecil saja. Kepada Pemerintah pusat juga agar mengurangi pajak kendaraan hibrida. Seperti toyota Prius, dijual sekitar Rp450 juta. Menurut Toyota di luar negeri saja harganya tidak sampai 200 juta. Karena itu semua sekarang harus peduli lingkungan.

Mulai dari diri sendiri

Akhir-akhir ini ada iklan baru yang menggambarkan keadaan semua orang membuang dan memungut sampah ke tempatnya. Sampah memang harus dibuang pada tempatnya, jika tidak lingkungan akan rusak. Mulai dari bau sampah sampai banjir. Oleh karena itu kita harus mulai dari diri sendiri. Walaupun masih banyak orang yang buang sampah sembarangan, jangan kita ikuti. Bahkan kalau bisa peringatkan dia agar buang sampah pada tempatnya. Jika setiap orang buang sampah pada tempatnya, lingkungan akan jadi bersih, dan Jakarta dijamin bebas banjir..

Jumat, 25 April 2008

Hutan Lindung Dialih fungsikan?


Sudah cukup lama, berita ini terdengar. Bahkan sampai menyeret salah seorang anggota DPR ke dalam kasus, karena disinyalir 'goal' nya permintaan alih fungsi itu karena anggota komisi IV itu disuap. Tetapi di sini saya bukan mau menyinggung tentang kasusnya, tetapi tentang alih fungsi hutan lindung itu.

Ini ada artikel saya kutip dari: http://plinplan.com/general/26494/2008/04/10/alasan-dpr-setujui-alih-fungsi-hutan-lindung-bintan/

Alasan DPR Setujui Alih Fungsi Hutan Lindung Bintan

Jakarta - Alih fungsi hutan lindung di Pulau Bintan untuk pembangunan Bandar Sri Bintan sebagai ibukota Kabupaten Bintan disetujui Komisi IV DPR. Apa alasan Komisi Kehutanan ini akhirnya mengetok palu?

Proses alih fungsi hutan lindung tersebut sebenarnya telah berjalan selama dua tahun atas usulan Gubernur Kepri kepada Menhut. Selama kurun waktu itu, tim independen yang anggotanya ditunjuk Dephut melakukan kajian. Tim itu lalu mengeluarkan rekomendasi.

Isi rekomendasinya adalah fungsi hutan lindung tersebut pantas dialihkan. Hasil kajian tim independen itu lantas dilaporkan kepada Komisi IV DPR atas nama Menhut pada Januari 2008.

Ketua Komisi IV DPR Ishartanto mengatakan, Komisi IV sependapat dengan rekomendasi tim independen itu. Hutan lindung ribuan hektar itu pantas dialihfungsikan karena awalnya hutan tersebut merupakan kawasan perkampungan. Apalagi Komisi IV juga telah beberapa kali mekaukan kunjungan kerja ke kawasan hutan itu.

“Karena kepentingan ekonomi saat Orde Baru, maka dijadikan hutan lindung. Daerah tersebut dijadikan area penampungan air hujan sehingga menjadi waduk air tawar,” beber Is dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/4/2008).

Air tawar itu lantas dijual ke Singapura. Kala itu, Singapura dan Malaysia tengah terjadi perselisihan sehingga suplai air tawar ke Negeri Singa itu terganggu.

“Tapi sekarang kan Singapura sudah tidak masalah dengan pasokan air karena Siangapura dan Malaysia sudah baikan. Jadi proyek ini (waduk air tawar) sudah tidak visible,” tutur Is.

Alih status, imbuh dia, diawali dengan adanya pemekaran Kabupaten Bintan. Gubernur Riau pun telah meminta Menhut untuk mengkajinya. Dan sesuai UU No 41/ 1999, maka pelepasan fungsi hutan lindung harus mendapat persetujuan dari DPR, dalam hal ini Komisi IV DPR.

Diduga golnya alih fungsi hutan lindung tersebut menyeret anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution dalam kasus suap. Amin diciduk KPK pada Rabu 9 April pukul 02.00 WIB di Hotel Ritz Carlton. Turut diciduk bersamanya adalah Sekda Kabupaten Bintan Azirwan.

Barang bukti yang disita 'hanya' Rp 71 juta. Namun Al Amin mendapat janji mendapat Rp 3 miliar.
(nvt/nrl)

Menurut saya, walaupun proses permintaan tersebut sudah sesuai prosedur, tetap saja hutan lindung harus tetap dipertahankan. Karena hutan adalah 'paru-paru' dunia, yang jika semakin banyak, pemanasan global juga berkurang. Kasihan juga 'kan, penghuni dari hutan lindung itu kalau rumahnya digusur.