Rabu, 01 April 2009

Tragedi Situ Gintung, duka kita semua...


Jum'at dini hari, tanggal 27 Maret 2009, tanggul penahan air di Situ Gintung, Tangerang, Banten, jebol. Hingga saat ini korban sudah mencapai seratus orang, dan masih banyak korban yang belum ditemukan. Ini akibat lingkungan yang kurang terurus. Menurut aturan, seharusnya dalam radius 100 meter dari tanggul hanya boleh ada pepohonan, tidak boleh ada pemukiman padat penduduk.

Yang jelas, sekarang semua sudah terjadi, dan kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Sepatutnya kita membantu mereka yang tertimpa musibah, bukannya menonton saja.
Saya lihat di berita akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang berkunjung ke situ gintung hanya untuk melihat secara langsung lokasi yang terkena musibah. Bahkan ada yang berfoto, ada yang berdagang, dan tertawa-tawa. Padahal banyak yang sedang kesusahan.

Bantuan yang dapat kita berikan banyak sekali, minimal doa. Tetapi lebih baik jika kita menyumbang uang dan tenaga kita untuk membantu mereka. Bantuan uang bisa disalurkan melalui lembaga-lembaga tertentu, seperti Dompet Dhuafa Republika (http://www.dompetdhuafa.org/home.php)

4 komentar:

zee mengatakan...

Kalo diingat-2 kejadian Situ Gintung itu hati langsung perih. Terbayang mereka-2 yg harus kehilangan seluruh anggota keluarga, trs ibu yg bayinya hilang... wah ga kuat.

ardianz mengatakan...

sama, gw jadi teringat musibah gempa jogja. di mana tempat lahir gw itu tiba2 jadi rata dengan tanah. untung bokap nyokpa selamat. klo kagak mah., ampuun dah.

Zhafir mengatakan...

kejadian itu sbenarnya peringatan juga buat negara kita yang udah terlalu banyak dosa, macam korupsi gitu..

Sigit mengatakan...

harusnya yang dateng tu ikun nolangin bersih2 bukannya berfoto..... dasar gelo...